The Story of Poniki

Sejarah Desa Poniki

Desa Poniki memiliki latar belakang sejarah yang unik. Sebelum tahun 1920, kawasan ini adalah areal perkebunan yang dipenuhi oleh kelelawar, atau dalam bahasa daerah disebut “Paniki”. Kondisi alam yang subur menarik perhatian masyarakat dari Desa Kuyanga untuk datang mencari Paniki dan akhirnya menetap.

Awalnya, wilayah ini merupakan bagian dari Desa Liwutung, kemudian dimekarkan menjadi Desa Tolombukan pada tahun 1979. Seiring perkembangan penduduk dan ekonomi, Desa Poniki akhirnya resmi berdiri sendiri pada tahun 1986, ditandai dengan pelantikan Penjabat Hukum Tua pertama, Bapak Ander Hendrik Palit.

Nama “Poniki” diabadikan sebagai simbol “Tempat Sumber Berkat”, mencerminkan harapan agar desa ini selalu menjadi tanah yang subur dan menyejahterakan masyarakatnya yang hidup rukun dalam keberagaman.

Visi

“Desa yang Terus Membangun Menuju Perubahan Ekonomi, Kesehatan, dan Infrastruktur yang Lebih Baik.”

Misi

Struktur Organisasi Pemerintah Desa (Eksekutif)

Lofri Berti Tampomuri

Kepala Desa

Dipson Owu

Sekretaris Desa

Oskar Tolu

Kasi Pemerintahan

Ratih Tongkotou

Kasi Kesejahteraan

Sam Ronal Tanauma

Kasi Pelayanan

Dipson Owu

Kaur Perencanaan

Rainer Jerti Tampomuri

Kaur Umum & TU

Marlen Kumentas

Kaur Keuangan

Neisye Tampomuri

Kepala Jaga 1

Bretly Engka

Kepala Jaga 2

Diane Robot

Kepala Jaga 3

Olvin Pantou

Kepala Jaga 4

Struktur Organisasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Frangki Solang

Ketua BPD

Djonli Tulandi

Wakil Ketua BPD

Frensi Tumondo

Sekretaris BPD

Meike Anie Palit

Anggota

Ani Sompotan

Anggota

Wilayah Administratif

Detail Batas Desa

  • (Utara): Perkebunan Desa Maulit dan Desa Rasi.
  • (Timur): Perkebunan Kelurahan Wawali dan Desa Rasi.
  • (Selatan/Tenggara): Perkebunan Desa Tababo dan Desa Belang.
  • (Barat): Desa Liwutung dan Desa Tolombukan.

Pembagian Wilayah:

Desa Poniki terbagi menjadi 4 (empat) Jaga atau Dusun, yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Jaga sebagai unsur kewilayahan untuk membantu pelaksanaan tugas Kepala Desa.